Sabtu, 20 Mei 2017

Belajar shortener url

Belajar shortener url dapat dilakukan oleh siapa saja. Pemilik blog dapat menggunakan jasa situs yang menyediakan shortener url atau pemendekan url dari postingan baik di facebook, blog, website yang terlalu panjang dan sulit diingat maka kita dapat mempersingkat url. Inilah yang disebut dengan shortener url. Beberapa situs yang menyediakan shortener url, antara lain:

1. Adf.ly

Saya sudah menggunakan shortener url dari Adf.ly. Misalnya salah satu dari url dari artikel blog ini yang diperpendek atau dipersingakat dengan Adf.ly seperti ini: http://adf.ly/1meMkr
Melihat ini tentu sangat singkat bukan! Mudah diingat. Jadi kalau mau menggunakan url facebook, blog, website maka silakan Daftar Secara Gratis Disini: ADFLY  :

Mempersingkat URL Blog yang kita miliki, facebook dan website yang kita kelola dengan cara mempersingkat URL melalui situs penyedia shortener seperti Adly kita mendapat manfaat ganda. Salah satunya adalah peluang mendapatkan dollar. Memang dollar yang kita peroleh tidak terlalu besar, tetapi berusaha harus dari nol kemudian bertambah dan bertambah menjadi besar. Oleh karena itu teman teman yang memiliki blog dan facebook dengan jumlah pengunjung yang banyak, dapat menggunakan peluang ini. Ingat Adf.ly bukan satu-satunya situs jasa persingkat URL. Masih banyak situs tetapi saya hanya sampaikan yang sudah saya alami atau ikut menggunakan jasa Adf dalam mempersingkat URL blog (lihat contoh di atas)

2. Shorte.st

Situs ini juga bagus. Kita bisa mendaftar di shorte.st dan memulai usaha mempersingkat URL dari setiap postingan kita yang hendak disampaikan kepada rekan, sahabat, atau orang lain melalui facebook dan lain-lain. Kita daftar secara gratis tetapi dari daftar gratis memberi peluang kepada kita untuk mendapatkan dollar. Bila dibandingkan dengan Adfly dan Shorte.st dalam hal perolehan dollar maka Shorte.st lebih cepat. Namun harus diingat jangan bermimpi cepat dapat dollar yang membuat kita kaya. Tidak ada prinsip itu dalam usaha di dunia online, khususnya di Shortener (baca: mempersingkat URL). Dari hasil yang sedikit menuju ke yang banyak. Angka perolehan dollarnya seperti ini: 0.00000. Melihat angka ini maka kita akan mengumpulkan dollar dari angka yang paling belakang. Contoh punya saya. Saya dalam beberapa hari sudah mendapat $ 0.03701 = $ 0.02 Hal ini terlihat ketika kita mendaftar dan berusaha menerapkan URL yang disingkat dan kita bagikan kepada orang lain melalui blog maupun facebook. Bila ada pengunjung yang klik maka akan ada angka dollar, mulai dari 1 dan seterusnya sampai mencapai $ 1 dan seterusnya. Bila dollar yang terkumpul sudah memenuhi standar untuk ditransfer maka mereka akan transfer ke rekening online seperti paypal milik kita.

Berikut contoh pemendekakan atau persingkat URL postingan di blog atau facebook. Dalam contoh ini saya ambil dari postingan artikel dalam blog ini tentang "belajar shortener url". Pada waktu saya posting di blog maka alamat URLnya demikian:

Alamat ini tentunya sangat panjang untuk kita hafal, bahkan kalau kita ingin masukan ke face book atau blog untuk mengajar orang lain membacanya maka rasanya URL terlalu panjang. Oleh karena itu kita butu jasa pemendekan atau mempersingkat URL dengan memakai Shorte.st. Hasilnya seperti berikut: http://ceesty.com/qDOKYF


Sekarang alamat URL postingan saya terlihat begitu pendek seperti Zakeus orang pendek. Ha ha ha bercanda. Tetapi yang jelas alamatnya terlihat sangat pendek dan siap untuk dimasukan di facebook, blog dan lain-lain. Bila ada yang mengunjungi postingan artikel kita melalui URL ini maka kita dapat dollar. Demikian kerja Shortener URL.

Jika anda berminat silakan daftar di dua situs tersebut di atas.

Semoga berguna

Yonas Muanley

Senin, 01 Mei 2017

Efektivitas Kepemimpinan Ahok dan Jarot



Efektivitas Kepemimpinan Ahok dan Jarot

Saya tinggal di Jakarta tepatnya di wilayah DKI pada tahun 1989. Pemimpin pemerintah, khususnya Gubernur Jakarta, yaitu mulai dari Bang Yos, Fausi Bowo, Pak Jokowi saya melihat masing-masing punya efektivitas memimpin. Efektivitas kepemimpinan mereka terukur dari tercapainya beberapa program yang diusung oleh bapak-bapak yang telah saya sebutkan.
Tulisan ini khusus diarahkan untuk membahas sekilas efektivitas kepemimpinan Ahok selama menjadi gubernur DKI, masa kepemimpinan Ahok dan Jarot akan berakhir bulan oktober 2017. Ketika Pak Jokowi berduet dengan pak Ahok dalam memimpin DKI Jakarta, saya melihat sosok gubernur  yaitu pak Jokowi yang begitu merakyat bahkan sampai beliau jadi Presidenpun demikian. Tentu mereka menjadi idola banyak orang.
Baiklah kini saya masuk ke Pak Ahok dan Pak Jarot. Sejak menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta mulai mengalami banyak perubahan, khususnya yang terasa oleh saya (mungkin terlalu subjektif tetapi itu pengalaman). Biasanya waktu malam, jalan di depan sangat macet karena beberapa kegiatan di Jalan, khususnya mulai depan pon bensin sampai depan PGC dibawah jemabatan Bus Way. Selanjutnya arah ke Kramat Jati yang biasanya macet juga teratasi. Kali-kali yang tadinya penuh dengan tumpukan tanah mulai dibersihkan. Kali-kali menjadi bersih. Sampah yang dibuang sebarangan ke kali juga mulai ditertibkan dan ada hasilnya. Kali-kali bersih dari pembuangan sampah. Masih banyak lagi tetapi ini yang terasa oleh saya. Mungkin pembaca punya pengalaman efektif dari kepemimpinan Ahok dan Jarot. Kedua pemimpin ini telah mengukir kepemimpinan yang efektif di Jakarta. Pasti gubernur yang lain juga efektif dalam kepemimpinan. Kita tunggu hasil kerja para gubernur terpilih.
Pak Ahok dan Pak Jarot sudah mengukir prestasi kepemimpinan yang visioner berhati pelayan masyarakat. Kepemimpinan mereka (Bapak Ahok dan Jarot) tidak hanya berpengaruh di DKI tetapi seluruh Indonesia dan dunia tentunya. Bapak berdua telah menginspirasi banyak orang untuk menjadi pemimpin visioner yang berhati pelayan dan penuh dengan ketegasan, integritas, keberanian, berani menghadapi resiko demi rakyat yang dipimpinya.
Salam sukses untuk Bapak Ahok dan Bapak Jarot. Bapak berdua ada di hati banyak orang.

Berikut beberapa pengalaman empiris saya tentang efektivitas kepemimpinan Pak Ahok dan Pak Jarot.

  Gambar Pribadi 1: hasil camera Balck Berry

Gambar di atas menunjukkan para petugas sedang membersihkan kali. Bayangkan timbunan tanah di kali sampai tumbuh rumput. Nampak para petugas sedang berusaha membersihkan.

  Gambar Pribadi 2: hasil camera Balck Berry

Tumpukkan tanah di kali dikumpulkan para petugas kebersihan untuk kemudian dimasukan ke karung dan diangkut ke tempat lain. 

Gambar Pribadi 3: hasil camera Balck Berry
Gambar 3 menunjukkan hasil kerja dari para petugas kebersihan. Timpukan tanah di kali mulai bersih, airpun mengalir dengan lancar. 


Gambar Pribadi 4: hasil camera Balck Berry

Gambar 4 menunjukkan hasil kerja dari petugas keberhasihan kali di wilayah Jakarta Timur


Gambar Pribadi 5: hasil camera Balck Berry

 Gambar 5 menunjukkan Hasil kerja dari sisi yang lain (nampak bersih)


Gambar Pribadi 5: hasil camera Balck Berry

Alat-alat berat untuk menguruk kali agar air lancar. Dengan demikian kali-kali yang dialiri air ketika musim hujan menjadi lancar. Ini pengalaman saya, bukan orang lain. Jadi, kita bisa berbeda dalam menilai efektivitas kepemimpinan Ahok dan Jarot. Bagi saya Pak Ahok dan Pak Jarot sangat efektif dalam kepemimpinannya. Mereka yang memimpin dengan visi dan hati pelayan masyarakat tentu pemimpin dengan cara yang unik dan langka.

Sukses untuk Pak Ahok dan Pak Jarot di manapun Bapak berdua nanti berkarya. Kekalahan dalam PILKADA bukanlah akhir dari segalanya, kekalahan itu memberi peluang kepada anak bangsa yang lain untuk berkarya. Kita akan melihat bersama bagaimana kepeimimpinan itu dilanjutkan dengan lebih gemilang lagi. Tetapi jika tidak maka bapak berdua lebih unggul. Semoga mereka yang melanjutkan lebih dari Bapak berdua. Mereka punya kualitas memimpin. 

Sabtu, 02 Juli 2016

Menjadi Publisher Iklan di Blog

Menulis dan mempublikasi tulisan melalui blog memang sifatnya gratis. Kita tidak membayar blog. Sifatnya gratis. Tetapi ada unsur-unsur lain yang tidak gratis yaitu pemanfaatan internet. Kita membutuhkan biaya untuk membayar Listrik, dan koneksi internet baik melalui modem dengan cara isi pulsa maupun langganan bulan internet di rumah. Semuanya membutuhkan biaya. Dalam hal ini saya sebut biaya operasional memelihara blog. Hal lain yang juga sangat penting adalah biaya beli buku dan lain-lain yang menopang postingan tulisan di blog. Untuk maksud inilah maka saya posting salah satu sumber pendapatan bagi para blogger (pemula) sehingga tetap lancar menulis dan mempublikasi tulisan melalui blog.
Berikut beberapa nama Publisher yang perlu dipelajari dan mendaftar sebagai publisher untuk menerbitkan iklan di blog.
Mari kita lihat satu persatu:

1. www.adwinner.com (dari Vietnam)
2. www.h12-media.com. Silakan daftar jadi publisher melalui link ini: Jadi publisher h12-media


Senin, 25 April 2016

Karya Ilmiah Yonas Muanley

Malam ini saya posting skripsi saya tahun 1993. Isi skripsi merupakan jawaban atas pertanyaan yang muncul dalam diri saya ketika saya di kelas II Jurusan Akuntansi Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Kalabahi Alor-NTT, yaitu mengapa orang yang percaya kepada Yesus Kristus 'menderita'? Silakan ikuti postingan saya untuk isi Bab I berikut ini:

PENDERITAAN
ORANG
KRISTEN INJILI
(Suatu Analisa Teologis Alkitab)


SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Guna Mencapai Gelar Sarjana Theologia

Oleh
YONAS MUANLEY
NIM : 1.90.122



SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA INJILI ARASTAMAR
(SETIA)
P.O. BOX 4155, JAKARTA 11041
1993


HALAMAN PENGESAHAN

NAMA                         :  YONAS MUANLEY
NOMOR INDUK        :  1.90.122
JURUSAN                   :  TEOLOGIA
JUDUL SKRIPSI        :  PENDERITAAN ORANG KRISTEN INJILI (Suatu Analisa Teologis Alkitabiah)

            Diterima oleh dewan dosen dan tim penguji Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA), Jakarta untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar sarjana pada hari _________ tanggal _______________ 1993
                                                                                   JAKARTA, APRIL 1993
        DOSEN PEMBIMBING                                       KETUA / REKTOR

(EV. IAN REESE FORBES, MA)          (PDT. MATHEUS MANGENTANG, M.DIV)

MENGETAHUI / TIM PENGAMAT
KA. BIMAS KRISTEN PROTESTAN
KANWIL DEP. AGAMA DKI

____________________

TIM PENGUJI

Ketua              : Pdt. Frans Balla, M.Th                                ……………
Anggota          :
Anggota          :
Anggota          :


Ujian di Jakarta pada hari Kamis, tanggal 15 April 1993




KATA PENGANTAR

            Pertanyaaan yang sudah lama terkandung dalam hati penu­lis semenjak penghuni sorga bersukacita atas pertobatan penulis (Luk. 15:7,10) pada sebelas tahun yang lalu kini ingin dijawab secara teologis Alkitabiah melalui kehadiran skripsi ini. Pertanyaan yang dimaksud yakni “mengapa ada peaderitaan di dunia ini?” khususnya yang dialami oleh Orang Kristen.
            Menemukan jawaban atas pertanyaan di atas merupakan suatu usaha yang melalui suatu babak perjuangan yang membutuhkan waktu yang relatif panjang dan telah melibatkan banyak pihak baik dalam barisan pemberi motivasi dan peogarah dalam penulisan. Tersedianya sumber dana yang mencukupi, lebih dari itu adanya dukungan doa dari saudara seiman demi perampungan skripsi ini merupakan suatu anugerah Allah.
            Oleh karena itu, dalam pertimbangant moral yang benar secara teologis maka penulis meayampaikaa ucapan terima kasih. Pertama, syukur kepada Allah yang disapa sebagai Bapa Abadl yang telah mengarunlakan hikmat dan pengertian serta kekuatan kepada penulis sejak persiapan awal sampai selesainya tulisan ini.          
            Kedua, ucapan terima kasih. yang sebesar-besarnya kepa­da (1) Pdt. Matheus Mangentang, M.Div. Selaka, ketua SETIA yang telah mendukung di dalam doa dan memberi dorongan Serta petunjuk-petunjuk kepada penulis sehiagga skripsi ini dapat diselesaikan. (2) Dosen pembimbing yang terdiri dari (a) Ev. Ian. Reese Forbes, MA, (b) Pdt. Edison Djama, S.Th dan (c) Pdt. RLmrod Fiai Faot, MA atas segala kesediaan: dan perhatian membimbing penulis. (3) Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar Jakarta, (4) Ibunda tercinta Oktofiana Muanley, (5) Saudari tercinta Martka Muanley yang telah mencurahkaa perhatian kepada penulis selama studi, khususnya dalam penyelesalan skripst ini. (6) Abang tercinta Edison Muanley, (7) Bapak Soleman Moldena dan Ibu Jablina Moldena/Maanley, (8) Warga jemaat Lanaroy di Masmur, (9) Rekan tercinta Evalita Harianja dan (10) Ev. Emmy Manoe, S.Th serta (11) Sau­dari Sarlince penna yang ikut mendukuag penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
            Kepada semua yang ikut mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih. Harapan penulis kiranya skripsi ini bermanfaat bagi umat Kristiani dalam mengemban panggilan Kristus di bumi.

Jakarta,    1993
penulis,

Yonas Muanley





BAB 1
PENDAHULUAN

            Mengawali bab pendahuluan ini, akan dibahas secara ber-turut-turut pokok peumasalahan, alasan dan tujuan penulisan, ruang lingkap pembahasan, metode penelitian, sistimatika penulisan, penjelasan judul.

Latar Belakang Masalah

            Penderitaan merupakan salah satu tema yang dibicarakan baik dalam dunia sekuler dan dunia agamawi. Penderitaan merupakan fenomena universal artinya “penderitaan tidak mengenal perbedaan manusia. Penderitaan bisa juga dialami oleh manusia-manusia yang dianggap suci, bahkan rasul atau nabi sekalipun.”[1]
            Manusia pada umumnya dan khususnya orang Kristen Injili menghadapi dua kenyataan penderitaan yakni penderitaan fisik dan moral.
            “Penderitaan merupakan bagian yang terpenting dan menarik perhatian media massa di manapun. Hal ini dlsebabkan karena penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia.”[2]
Pernyataani Ini memberi gambaran bahwa selagi manusia berada di atas bumi ini penderitaan akan dialaminya.
            Pengalaman orang-orang non Kristen terhadap penderita­an. “ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang mengakibatkan kegagalan dalam hldupnya.”[3] Pen­deritaan juga dialami oleh orang-orang Kristen Injilisepanjang zaman.
            Dari uraian-uraian yang telah diketengahkan di atas maka tibalah pada sorotan teologis atas masalah penderitaam yang dialami orang Kristen Injili. Secara teologis prablema ini berpijak atas dasar Alkitab, khususnya Kejadian 3:1-2:1-. Beberapa dasar Alkitab yang lain yang terdapat dalam Perjanjian Baru seperti; Yohanes 9:1-2 Yoh 16:33; II Tim 3:12; I Petrus 2:19-20. Dalam konrtekb Kejadian 3, penderitaan atau. Kesusahan terjadi dalam kehidupan manusia karena dosa manusia itu sendiri.”[4]
            Di dalam Alkitab sering kali mengungkapkan penderitaan sebagai akibat dari pengujian imam (Ayub 1:1-2:13), umtuk menyatakan pekerjaan Allah atau untuk menyatakan kemuliaan Tuhan Yesus (Yohi 9:1-2), akibat yang lain; yakni mengambil bagian dengan persekutuan dengan Kristus (Yoh 16:33; II Tim. 3:12; I Petrus 2:19-20).
            Dalam sudut pandang teologis menjadi seoramg Kristen tidak berarti bebas dari penderitaan. Dengan. kata lain, orang yang, percaya Yesus Kristus sebagai Tuban dan Juruselamat masih juga mengalami penderitaan. Rasul Paulus berkata “memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (II Tim 3:12).
            Dimanapun manusia berada tidak akan luput dari penderitaan. Ini berarti semua orang mengalaminya, baik orang Kristen maupun non Kristen. “Intensitas penderitaan, ada yang berat dan ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan.”[5]
            Seperti yang telah dikatakan penulis di atas, penderitaan merupakan suatu tema yang juga dibicarakan dalam Alkitab. Alkitab diyakini oleh orang-orang Kristen Injili sebagai Firman Allah. Oleh karena itu analisa terhadap penderitaan orang-orang Kristen Injili hendaknya dilakukan dalam terang Firman Allah.
            Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di sekitar penderitaan ialah mengapa manusia pada umumnya mengalami penderitaan? Sejalan dengan pertanyaan ini Thomas seorang warga Shertallay bertanya atas bencana kelaparan yang menimpa penduduk Shertallay pada bulan November 1941.[6] Melalui puisinya, Thomas  bertanya :[7]
            “Di manakah Allah? Apakah la tertidur sementara jiwa yang tidak terhitung menghadapi kubux yang sepi? Apakah la lihur panjang, sementara Malaikat maut gentayangan, dan kesepian mutlak berkuasa di tempat ini?”

            Sehubungan dengan bencana kelaparan di Shertallay seperti yang disebutkan di atas, Thomas berusaha mencari Allah di tengah-tengah bencana tersebut dengan mengajukan berbagai pernyataan melalui puisinya seperti berikut;[8]
            “... sia-sialah iman kepada Allah yang memelihara, sia -sialah kepercayaan kepada Bapa yang pengasih ... .Tapi untuk semuanya ini, mereka haras lenyap dan gugur, bagai bunga-bunga. di hutan, ... Dari debu mereka berasal, kepada debu pula mereka kembali. Dan Allah ti­dak peduli.”

            Jika demikian, kapan dan dimanakah manusia dibebaskan dari penderitaan? Kalau Allah ada mengapa ada penderitaan? Secara teologis dapat dipahami bahwa penderitaan masuk ke du­nia sebagai akibat dari pelanggaran manusia terhadap Firman Allah dan dunia yang sekarang menjadi lokasi penderitaan dan dunia yang akan datang adalah tempat dimana manusia yang percaya Yesus Eristus bebas dari penderitaan yang kekal (Wahyu 21:8). Hamun penulis tidak akan membahasnya di sini karena hal itu merupakan peristiwa yang bersifat eskatologis.
            Kembali kepada pertanyaan di atas, maka Allah diyakini sebagai Allah yang turut memperdulikan manusia yang menderita, karena Dia telah mengutus anak-Nya lesus Kristus untuk mati di kayu salib.
            Dalam hubungan dengan pernyataan di atas, maka dapat dipahami bahwa manusia yang tidak berdosapun dtlibatkan dalam penderitaan. Namun penderitaan yang dialami-Nya bukan karena kesalahan-Nya tetapi antuk keselamatan manusia berdosa.
            Dalam dunia kekristenan, penderitaan merupakan pengalaman yang senantiasa dialaml. Seiring dengan itu pertanyaan-pertanyaan juga muncul dalam kehidupan orang Kristen, mengapa orang Kristen menderita? Jawabanpun beraacam-macam tergantung dari konteks penderitaan itu.
            Fakta yang Alkitabiah yakni bahwa umat perdana selalu diperhadapkan dengan aniaya. Nasehat rasul Paulus “ ... Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah kita haras mengalami banyak sengsara” (Kis 14:22). Aniaya/sengsara Juga pada gilirannya akan dialami oleh orang-orang percaya pada masa kini dan sepanjang sejarah umat manusia. “Oleh karena itu orang percaya mengalami penderitaan tetap menggumuli masalah penderitaan dan berusaha menampungnya dalam rangka imannya akan penyelamatan Allah dalam Kristus Yesus.”[9]
            Berbagai macam pertanyaan muncul, apakah Allah menghendaki penderitaan terjadi dalam kehidupan orang percaya? Apakah Allah memperdulikan orang-orang Kristen Injill yang mendirita? Dan apakah orang-orang Kristen Injili menganggap bahwa penderitaan merupakan bagian dari kehidupannya? Atau haruskah bebas dari penderitaan karena telah percaya Yesus Kristus?
            Bagaimana orang Kristen Injili menghadapi dan menggumuli masalah penderitaan ini? Untuk. memahami latar belakang terjadinya penderitaan dan maknanya maka Alkitabiah yang akan memberikan jawaban yang tepat.
            Alkitab dapat memberikan jawaban yang tepat karena Alkitab lalah kebenaran yang kekal. Kekekalan ini dimungkinkan. karena Alkitab merupakan Sabda Allah dan bukan sabda manusia.

Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini (1) Menjelaskan penderitaan yang dialami oleh orang-orang Kristen Injili, dari sudut pandang iman. Kristen. (2) Menganalisa penderitaan orang-orang Kristen Injili dalam bnbusgan - dengan dosa dan pewartaan Injil. (3) Mencari Jawaban secara teologis Alkitabiah terhadap penderitaan. (4) Mengetengahkan latar belakang, makna serta sikap yang positif dari ora­ng-orang Kristen Injili ternadap penderitaan.
            Dengan kata lain tujuan yang hendak dicapai dalam tulisan ini ialah bagaimana mengetahui serta memberikan penjelasan tentang penyebab-penyebab dan makna penderitaan secara teo­logis Alkitabiab serta sikap kristiani dalam menghadapi penderitaan, sehingga orang-orang Kristen Injili dalam kepercayaanya mampu “mempergunakan atau memanfaatkan penderitaan untuk hal-hal yang positif.”[10]

Ruang Lingkup Pembahasan
            Penulisan inl tidak membahas penderitaan secara mendetail karena masalahnya begitu kompleks. Dengan kata lain pe­nulis tidak akan membahas macam-macam penderitaan menurut pe­nyebab secara terperinci, antara lain; penderitaan alasan fisik seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral sepertl kekecewaan dalam hidup, kebencian orang lain dan seterusnya. Namun di antara dua penyebab penderitaan yang disebutkan di atas akan disinggung secara sepintas karena kedua penyebab penderitaan ltu tidak dapat disingkirkan dari kehidupan manusia khususaya orang Kristen Injili.
            Dengan demlkian maka yang akan dibahas di sini ialah latar belakang penderitaan, makna penderitaan serta sikap ora­ng-orang Kristen Injili dalam menghadapi penderitaan.
            Penderitaan yang akan dibanas di sini ialah penderitaan yang ada habungannya dengan dosa dan penderitaan sebagai akibat dari hidap Kekristenan yang sejati di dalam dunia yang tidak benar. Yang penulis maksudkan dengan Kekristenan sejati ialah kehidupan dalam pimpinan Roh Kudus (Roma &:9-11.
            Penulis jluga tidak akan membahas penderitaan kaum Injili dl seluruh dunia ataupun dl Indonesia secara menyeluruh tetapi hanya menganalisa penderitaan yang dialami umat Kristen perdana. Dalam hal ini pengalaaan rasul Paulus, Petrus, Yohanes, Stefanus mewakili pengalaman rasul-rasul yang lain serta beberapa martyr Kristen seperti uskup Polikarpus dan Blandina dari Lyon, dan beberapa pengalaaan pelayanan masa kini khususnya beberapa mahasiswa/i SETIA, dalam hal ini pengalaman tiga orang mahasiswi menjadi contoh adanya keayataan penderitaan dalam pelayanan masa kini, lebih khusus lagi dalam pengembangan G. K.S.I di bumi Indonesia.
            Dalam penulisan skripsi ini disinggung juga tentang sikap manusia non Kristen dalam menghadapi penderitaan, sehingga pada bab 4 penulis mencantumkan judul bab “sikap manusia terhadap penderitaan menurut konsep Alkitab”, namun hanya merupakan perbandingan saja.

Metode Penelitian
            Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis mempergunakan metode-metode  seperti metode kualitatif. Dipergunakan metode ini karena sesuai dengan sistim penulisan skripsi yakni metode kualitatif menyajikan data dalam bentuk penelitian yang tidak mengadakan/perhitungan atau kuantitas.[11]
            Penulis juga menggunakan metode wawancara. Wawancara bersifat tak berstruktur artinya responden mendapat kebebasan dan keseapatan untuk mengeluarkan buah pikiran, pandangan dan perasaannya taapa diatur ketat oleh. peneliti.[12] Wawancara berlangsung, dengan beberapa mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA).
            Selain itu data diperoleh dari tinjauan pustaka. Kepustakaan yang dipakai terdiri atas buku-buku Ilmu Budaya Dasar, buku-buku teologia yang berhubungan dengan iudul dan isi skripsi.

Sistimatika Penulisan
            Bab 2 meagemukakan latar belakang penderitaan menurut koasep Alkitab yang sistimatika pembahasannya meliputi penderitaan ditinjau dari sudut fenomenalogis universal meliputi be­berapa topik pembahasan yang antara lain; penderitaan akibat pemberontakan maausia pertama, penderitaan akibat dari dosa orang lain, penderitaan akibat dosa pribadi, penderitaan aki­bat faktor internal dan eksternal. Sedangkan penderitaan ditinjau dari sudut pengalaman orang Kristen Injili yang mengetengahkan pembahasan tentang penderitaan berkenaan dengan nubuat Yesus Kristus, untuk menyatakan pekerjaan Allah, untuk mengikutl teladan Yesus Kristus, untuk melaksanakan amanat Agung Yesus Kristus yang di dalamnya membahas tentang penderi­taan akibat melawan dosa, pemberitaan Injil secara langsung maupun tidak langsung. Bab ini diakhiri dengan sebuah rangkuman awal.
            Bab 3 memaparkan makna penderitaan orang Kriaten Injili menurut konsep Alkitab. Materi pembahasan meliputi; sarana ujian iman, untuk kemuliaan Tuhan, untuk pertumbuhan iman dan juga membahas penderitaan sebagai sarana kasih karunla ya­ng bertujuan untuk kerendahan hati, demi kasih karunia dan demi pernyataan kemuliaan Yesus Kristus dan demi penyelamatan orang lain dari dosa. Pembahasan dalam bab ini diakhiri deng­an suatu rangkuman awal.
            Bab 4 mengetengahkan sikap manusia terhadap penderita­an menurut konsep Alkitab. Ulasan bab ini terdiri dari sikap manusia non Kristen, menghindari penderitaan, menerima pende­ritaan sebagai partner kesuksesan, menerima penderitaan seba­gai hambatan kesuksesan, menerima penderitaan sebagai taqdir. Sikap orang Kristen Injili di sini meliputi; menghadapi pende­ritaan dengan sikap doa, memahami Alkitab, rela, sabar dan tidak meremehkan. didikan Tuhan, serta menghadapi penderitaan de­ngan sikap iman dan pengharapan. Pembahasan dalam bab ini ditutup dengan suatu rangkuman awal.
            Bab 5 merupakan bab penutup yang berisi rangkuman akhir dan saran-saran, khususnya bagi orang-orang Kristin Injili da­lam menghadapi penderitaan.

Penjelasan Judul
            “Penderitaan” berasal dari kata dasar “derita” yang ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an”. Menurut KUBI “derita/menderita artinya menanggung atau merasai sesuatu yang tidak menyenangkan.”[13]
            “Orang Kristen” adalah sebutan yang pertama kali diberikan kepada murid-murid yang percaya Yesus Kristus Antiokhia (Kis 11:26). Dalam, perkembangan sedlanjutnya istilah Kristen dikenakan kepada orang-Orang yang percaya Yesus Kristus. Sedangkan istilah. “Injil” artinya yang sesuai dengan isi Injil.
            Kata “analisa” penyelidikan suatu peristiwa atau karangan, perbuatan dan sebagainya, untuk mengetahui apa sebab-sebab agar bagaimana duduk perkaranya.”[14]
            “Teologis Alkitabiah” artinya pemahaman yang sesuai dengan isi Alkitab, karena kata teologis berasal dari kata “teologi” yang berarti ajaran atau doktrin (khususnya agama yang ada kaitannya dengan Allah).[15]
            Jadi yang terkandung dalam judul bagi penjelasan penulisan skripsi ini ialah upaya untuk mengetahui kebenaran peristi­wa penderitaan yang dialami oleh Orang-Orang Kristen Injili tolok ukur pengertian yang sesuai dengan kebenaran Alkitab.




                  [1]Djoko Widagdho dkk, Ilmu Budaya Dasar, hlm
                   [2]Ibid, hlm. 85
             [3]M. Munandar Soelaeman, IBD Suatu Pengantar, hlm. 66
             [4] J. Dwight Pentecost, Pertolongan Tuhan … hlm. 24
             [5] M. Munandar Soelaeman, IBD Suatu Pengantar, hlm. 660
             [6] A. A. Yewangoe, Theologia Crucis Di Asia, hlm. 102
             [7] Ibid, hlm. 103
             [8] A. A. Yewangoe, Theologia Crucis Di Asia, hlm. 103
             [9]C. Groenen, Soteriologi Alkitabiah, hlm. 223
             [10]J.L. Ch. Abineno, Penyakit Dan Penyembuhan, hlm. 46
             [11]Lexy J. Melong, Metodologi Kualitatif, hlm. 2.
             [12]S. Nasution, Metode Kualitatif Naturalistik, hlm. 72
             [13]W.J.S. Poerwadarminta, KUBI, hlm. 245
             [14]Ibid, hlm. 39,40
             [15] Henk ten Napel, Kamus Teologia Inggris – Indonesia, hlm. 160 

Sabtu, 20 Mei 2017

Belajar shortener url

Belajar shortener url dapat dilakukan oleh siapa saja. Pemilik blog dapat menggunakan jasa situs yang menyediakan shortener url atau pemendekan url dari postingan baik di facebook, blog, website yang terlalu panjang dan sulit diingat maka kita dapat mempersingkat url. Inilah yang disebut dengan shortener url. Beberapa situs yang menyediakan shortener url, antara lain:

1. Adf.ly

Saya sudah menggunakan shortener url dari Adf.ly. Misalnya salah satu dari url dari artikel blog ini yang diperpendek atau dipersingakat dengan Adf.ly seperti ini: http://adf.ly/1meMkr
Melihat ini tentu sangat singkat bukan! Mudah diingat. Jadi kalau mau menggunakan url facebook, blog, website maka silakan Daftar Secara Gratis Disini: ADFLY  :

Mempersingkat URL Blog yang kita miliki, facebook dan website yang kita kelola dengan cara mempersingkat URL melalui situs penyedia shortener seperti Adly kita mendapat manfaat ganda. Salah satunya adalah peluang mendapatkan dollar. Memang dollar yang kita peroleh tidak terlalu besar, tetapi berusaha harus dari nol kemudian bertambah dan bertambah menjadi besar. Oleh karena itu teman teman yang memiliki blog dan facebook dengan jumlah pengunjung yang banyak, dapat menggunakan peluang ini. Ingat Adf.ly bukan satu-satunya situs jasa persingkat URL. Masih banyak situs tetapi saya hanya sampaikan yang sudah saya alami atau ikut menggunakan jasa Adf dalam mempersingkat URL blog (lihat contoh di atas)

2. Shorte.st

Situs ini juga bagus. Kita bisa mendaftar di shorte.st dan memulai usaha mempersingkat URL dari setiap postingan kita yang hendak disampaikan kepada rekan, sahabat, atau orang lain melalui facebook dan lain-lain. Kita daftar secara gratis tetapi dari daftar gratis memberi peluang kepada kita untuk mendapatkan dollar. Bila dibandingkan dengan Adfly dan Shorte.st dalam hal perolehan dollar maka Shorte.st lebih cepat. Namun harus diingat jangan bermimpi cepat dapat dollar yang membuat kita kaya. Tidak ada prinsip itu dalam usaha di dunia online, khususnya di Shortener (baca: mempersingkat URL). Dari hasil yang sedikit menuju ke yang banyak. Angka perolehan dollarnya seperti ini: 0.00000. Melihat angka ini maka kita akan mengumpulkan dollar dari angka yang paling belakang. Contoh punya saya. Saya dalam beberapa hari sudah mendapat $ 0.03701 = $ 0.02 Hal ini terlihat ketika kita mendaftar dan berusaha menerapkan URL yang disingkat dan kita bagikan kepada orang lain melalui blog maupun facebook. Bila ada pengunjung yang klik maka akan ada angka dollar, mulai dari 1 dan seterusnya sampai mencapai $ 1 dan seterusnya. Bila dollar yang terkumpul sudah memenuhi standar untuk ditransfer maka mereka akan transfer ke rekening online seperti paypal milik kita.

Berikut contoh pemendekakan atau persingkat URL postingan di blog atau facebook. Dalam contoh ini saya ambil dari postingan artikel dalam blog ini tentang "belajar shortener url". Pada waktu saya posting di blog maka alamat URLnya demikian:

Alamat ini tentunya sangat panjang untuk kita hafal, bahkan kalau kita ingin masukan ke face book atau blog untuk mengajar orang lain membacanya maka rasanya URL terlalu panjang. Oleh karena itu kita butu jasa pemendekan atau mempersingkat URL dengan memakai Shorte.st. Hasilnya seperti berikut: http://ceesty.com/qDOKYF


Sekarang alamat URL postingan saya terlihat begitu pendek seperti Zakeus orang pendek. Ha ha ha bercanda. Tetapi yang jelas alamatnya terlihat sangat pendek dan siap untuk dimasukan di facebook, blog dan lain-lain. Bila ada yang mengunjungi postingan artikel kita melalui URL ini maka kita dapat dollar. Demikian kerja Shortener URL.

Jika anda berminat silakan daftar di dua situs tersebut di atas.

Semoga berguna

Yonas Muanley

Senin, 01 Mei 2017

Efektivitas Kepemimpinan Ahok dan Jarot



Efektivitas Kepemimpinan Ahok dan Jarot

Saya tinggal di Jakarta tepatnya di wilayah DKI pada tahun 1989. Pemimpin pemerintah, khususnya Gubernur Jakarta, yaitu mulai dari Bang Yos, Fausi Bowo, Pak Jokowi saya melihat masing-masing punya efektivitas memimpin. Efektivitas kepemimpinan mereka terukur dari tercapainya beberapa program yang diusung oleh bapak-bapak yang telah saya sebutkan.
Tulisan ini khusus diarahkan untuk membahas sekilas efektivitas kepemimpinan Ahok selama menjadi gubernur DKI, masa kepemimpinan Ahok dan Jarot akan berakhir bulan oktober 2017. Ketika Pak Jokowi berduet dengan pak Ahok dalam memimpin DKI Jakarta, saya melihat sosok gubernur  yaitu pak Jokowi yang begitu merakyat bahkan sampai beliau jadi Presidenpun demikian. Tentu mereka menjadi idola banyak orang.
Baiklah kini saya masuk ke Pak Ahok dan Pak Jarot. Sejak menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta mulai mengalami banyak perubahan, khususnya yang terasa oleh saya (mungkin terlalu subjektif tetapi itu pengalaman). Biasanya waktu malam, jalan di depan sangat macet karena beberapa kegiatan di Jalan, khususnya mulai depan pon bensin sampai depan PGC dibawah jemabatan Bus Way. Selanjutnya arah ke Kramat Jati yang biasanya macet juga teratasi. Kali-kali yang tadinya penuh dengan tumpukan tanah mulai dibersihkan. Kali-kali menjadi bersih. Sampah yang dibuang sebarangan ke kali juga mulai ditertibkan dan ada hasilnya. Kali-kali bersih dari pembuangan sampah. Masih banyak lagi tetapi ini yang terasa oleh saya. Mungkin pembaca punya pengalaman efektif dari kepemimpinan Ahok dan Jarot. Kedua pemimpin ini telah mengukir kepemimpinan yang efektif di Jakarta. Pasti gubernur yang lain juga efektif dalam kepemimpinan. Kita tunggu hasil kerja para gubernur terpilih.
Pak Ahok dan Pak Jarot sudah mengukir prestasi kepemimpinan yang visioner berhati pelayan masyarakat. Kepemimpinan mereka (Bapak Ahok dan Jarot) tidak hanya berpengaruh di DKI tetapi seluruh Indonesia dan dunia tentunya. Bapak berdua telah menginspirasi banyak orang untuk menjadi pemimpin visioner yang berhati pelayan dan penuh dengan ketegasan, integritas, keberanian, berani menghadapi resiko demi rakyat yang dipimpinya.
Salam sukses untuk Bapak Ahok dan Bapak Jarot. Bapak berdua ada di hati banyak orang.

Berikut beberapa pengalaman empiris saya tentang efektivitas kepemimpinan Pak Ahok dan Pak Jarot.

  Gambar Pribadi 1: hasil camera Balck Berry

Gambar di atas menunjukkan para petugas sedang membersihkan kali. Bayangkan timbunan tanah di kali sampai tumbuh rumput. Nampak para petugas sedang berusaha membersihkan.

  Gambar Pribadi 2: hasil camera Balck Berry

Tumpukkan tanah di kali dikumpulkan para petugas kebersihan untuk kemudian dimasukan ke karung dan diangkut ke tempat lain. 

Gambar Pribadi 3: hasil camera Balck Berry
Gambar 3 menunjukkan hasil kerja dari para petugas kebersihan. Timpukan tanah di kali mulai bersih, airpun mengalir dengan lancar. 


Gambar Pribadi 4: hasil camera Balck Berry

Gambar 4 menunjukkan hasil kerja dari petugas keberhasihan kali di wilayah Jakarta Timur


Gambar Pribadi 5: hasil camera Balck Berry

 Gambar 5 menunjukkan Hasil kerja dari sisi yang lain (nampak bersih)


Gambar Pribadi 5: hasil camera Balck Berry

Alat-alat berat untuk menguruk kali agar air lancar. Dengan demikian kali-kali yang dialiri air ketika musim hujan menjadi lancar. Ini pengalaman saya, bukan orang lain. Jadi, kita bisa berbeda dalam menilai efektivitas kepemimpinan Ahok dan Jarot. Bagi saya Pak Ahok dan Pak Jarot sangat efektif dalam kepemimpinannya. Mereka yang memimpin dengan visi dan hati pelayan masyarakat tentu pemimpin dengan cara yang unik dan langka.

Sukses untuk Pak Ahok dan Pak Jarot di manapun Bapak berdua nanti berkarya. Kekalahan dalam PILKADA bukanlah akhir dari segalanya, kekalahan itu memberi peluang kepada anak bangsa yang lain untuk berkarya. Kita akan melihat bersama bagaimana kepeimimpinan itu dilanjutkan dengan lebih gemilang lagi. Tetapi jika tidak maka bapak berdua lebih unggul. Semoga mereka yang melanjutkan lebih dari Bapak berdua. Mereka punya kualitas memimpin. 

Sabtu, 02 Juli 2016

Menjadi Publisher Iklan di Blog

Menulis dan mempublikasi tulisan melalui blog memang sifatnya gratis. Kita tidak membayar blog. Sifatnya gratis. Tetapi ada unsur-unsur lain yang tidak gratis yaitu pemanfaatan internet. Kita membutuhkan biaya untuk membayar Listrik, dan koneksi internet baik melalui modem dengan cara isi pulsa maupun langganan bulan internet di rumah. Semuanya membutuhkan biaya. Dalam hal ini saya sebut biaya operasional memelihara blog. Hal lain yang juga sangat penting adalah biaya beli buku dan lain-lain yang menopang postingan tulisan di blog. Untuk maksud inilah maka saya posting salah satu sumber pendapatan bagi para blogger (pemula) sehingga tetap lancar menulis dan mempublikasi tulisan melalui blog.
Berikut beberapa nama Publisher yang perlu dipelajari dan mendaftar sebagai publisher untuk menerbitkan iklan di blog.
Mari kita lihat satu persatu:

1. www.adwinner.com (dari Vietnam)
2. www.h12-media.com. Silakan daftar jadi publisher melalui link ini: Jadi publisher h12-media


Senin, 25 April 2016

Karya Ilmiah Yonas Muanley

Malam ini saya posting skripsi saya tahun 1993. Isi skripsi merupakan jawaban atas pertanyaan yang muncul dalam diri saya ketika saya di kelas II Jurusan Akuntansi Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Kalabahi Alor-NTT, yaitu mengapa orang yang percaya kepada Yesus Kristus 'menderita'? Silakan ikuti postingan saya untuk isi Bab I berikut ini:

PENDERITAAN
ORANG
KRISTEN INJILI
(Suatu Analisa Teologis Alkitab)


SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Guna Mencapai Gelar Sarjana Theologia

Oleh
YONAS MUANLEY
NIM : 1.90.122



SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA INJILI ARASTAMAR
(SETIA)
P.O. BOX 4155, JAKARTA 11041
1993


HALAMAN PENGESAHAN

NAMA                         :  YONAS MUANLEY
NOMOR INDUK        :  1.90.122
JURUSAN                   :  TEOLOGIA
JUDUL SKRIPSI        :  PENDERITAAN ORANG KRISTEN INJILI (Suatu Analisa Teologis Alkitabiah)

            Diterima oleh dewan dosen dan tim penguji Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA), Jakarta untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar sarjana pada hari _________ tanggal _______________ 1993
                                                                                   JAKARTA, APRIL 1993
        DOSEN PEMBIMBING                                       KETUA / REKTOR

(EV. IAN REESE FORBES, MA)          (PDT. MATHEUS MANGENTANG, M.DIV)

MENGETAHUI / TIM PENGAMAT
KA. BIMAS KRISTEN PROTESTAN
KANWIL DEP. AGAMA DKI

____________________

TIM PENGUJI

Ketua              : Pdt. Frans Balla, M.Th                                ……………
Anggota          :
Anggota          :
Anggota          :


Ujian di Jakarta pada hari Kamis, tanggal 15 April 1993




KATA PENGANTAR

            Pertanyaaan yang sudah lama terkandung dalam hati penu­lis semenjak penghuni sorga bersukacita atas pertobatan penulis (Luk. 15:7,10) pada sebelas tahun yang lalu kini ingin dijawab secara teologis Alkitabiah melalui kehadiran skripsi ini. Pertanyaan yang dimaksud yakni “mengapa ada peaderitaan di dunia ini?” khususnya yang dialami oleh Orang Kristen.
            Menemukan jawaban atas pertanyaan di atas merupakan suatu usaha yang melalui suatu babak perjuangan yang membutuhkan waktu yang relatif panjang dan telah melibatkan banyak pihak baik dalam barisan pemberi motivasi dan peogarah dalam penulisan. Tersedianya sumber dana yang mencukupi, lebih dari itu adanya dukungan doa dari saudara seiman demi perampungan skripsi ini merupakan suatu anugerah Allah.
            Oleh karena itu, dalam pertimbangant moral yang benar secara teologis maka penulis meayampaikaa ucapan terima kasih. Pertama, syukur kepada Allah yang disapa sebagai Bapa Abadl yang telah mengarunlakan hikmat dan pengertian serta kekuatan kepada penulis sejak persiapan awal sampai selesainya tulisan ini.          
            Kedua, ucapan terima kasih. yang sebesar-besarnya kepa­da (1) Pdt. Matheus Mangentang, M.Div. Selaka, ketua SETIA yang telah mendukung di dalam doa dan memberi dorongan Serta petunjuk-petunjuk kepada penulis sehiagga skripsi ini dapat diselesaikan. (2) Dosen pembimbing yang terdiri dari (a) Ev. Ian. Reese Forbes, MA, (b) Pdt. Edison Djama, S.Th dan (c) Pdt. RLmrod Fiai Faot, MA atas segala kesediaan: dan perhatian membimbing penulis. (3) Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar Jakarta, (4) Ibunda tercinta Oktofiana Muanley, (5) Saudari tercinta Martka Muanley yang telah mencurahkaa perhatian kepada penulis selama studi, khususnya dalam penyelesalan skripst ini. (6) Abang tercinta Edison Muanley, (7) Bapak Soleman Moldena dan Ibu Jablina Moldena/Maanley, (8) Warga jemaat Lanaroy di Masmur, (9) Rekan tercinta Evalita Harianja dan (10) Ev. Emmy Manoe, S.Th serta (11) Sau­dari Sarlince penna yang ikut mendukuag penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
            Kepada semua yang ikut mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih. Harapan penulis kiranya skripsi ini bermanfaat bagi umat Kristiani dalam mengemban panggilan Kristus di bumi.

Jakarta,    1993
penulis,

Yonas Muanley





BAB 1
PENDAHULUAN

            Mengawali bab pendahuluan ini, akan dibahas secara ber-turut-turut pokok peumasalahan, alasan dan tujuan penulisan, ruang lingkap pembahasan, metode penelitian, sistimatika penulisan, penjelasan judul.

Latar Belakang Masalah

            Penderitaan merupakan salah satu tema yang dibicarakan baik dalam dunia sekuler dan dunia agamawi. Penderitaan merupakan fenomena universal artinya “penderitaan tidak mengenal perbedaan manusia. Penderitaan bisa juga dialami oleh manusia-manusia yang dianggap suci, bahkan rasul atau nabi sekalipun.”[1]
            Manusia pada umumnya dan khususnya orang Kristen Injili menghadapi dua kenyataan penderitaan yakni penderitaan fisik dan moral.
            “Penderitaan merupakan bagian yang terpenting dan menarik perhatian media massa di manapun. Hal ini dlsebabkan karena penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia.”[2]
Pernyataani Ini memberi gambaran bahwa selagi manusia berada di atas bumi ini penderitaan akan dialaminya.
            Pengalaman orang-orang non Kristen terhadap penderita­an. “ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang mengakibatkan kegagalan dalam hldupnya.”[3] Pen­deritaan juga dialami oleh orang-orang Kristen Injilisepanjang zaman.
            Dari uraian-uraian yang telah diketengahkan di atas maka tibalah pada sorotan teologis atas masalah penderitaam yang dialami orang Kristen Injili. Secara teologis prablema ini berpijak atas dasar Alkitab, khususnya Kejadian 3:1-2:1-. Beberapa dasar Alkitab yang lain yang terdapat dalam Perjanjian Baru seperti; Yohanes 9:1-2 Yoh 16:33; II Tim 3:12; I Petrus 2:19-20. Dalam konrtekb Kejadian 3, penderitaan atau. Kesusahan terjadi dalam kehidupan manusia karena dosa manusia itu sendiri.”[4]
            Di dalam Alkitab sering kali mengungkapkan penderitaan sebagai akibat dari pengujian imam (Ayub 1:1-2:13), umtuk menyatakan pekerjaan Allah atau untuk menyatakan kemuliaan Tuhan Yesus (Yohi 9:1-2), akibat yang lain; yakni mengambil bagian dengan persekutuan dengan Kristus (Yoh 16:33; II Tim. 3:12; I Petrus 2:19-20).
            Dalam sudut pandang teologis menjadi seoramg Kristen tidak berarti bebas dari penderitaan. Dengan. kata lain, orang yang, percaya Yesus Kristus sebagai Tuban dan Juruselamat masih juga mengalami penderitaan. Rasul Paulus berkata “memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (II Tim 3:12).
            Dimanapun manusia berada tidak akan luput dari penderitaan. Ini berarti semua orang mengalaminya, baik orang Kristen maupun non Kristen. “Intensitas penderitaan, ada yang berat dan ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan.”[5]
            Seperti yang telah dikatakan penulis di atas, penderitaan merupakan suatu tema yang juga dibicarakan dalam Alkitab. Alkitab diyakini oleh orang-orang Kristen Injili sebagai Firman Allah. Oleh karena itu analisa terhadap penderitaan orang-orang Kristen Injili hendaknya dilakukan dalam terang Firman Allah.
            Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di sekitar penderitaan ialah mengapa manusia pada umumnya mengalami penderitaan? Sejalan dengan pertanyaan ini Thomas seorang warga Shertallay bertanya atas bencana kelaparan yang menimpa penduduk Shertallay pada bulan November 1941.[6] Melalui puisinya, Thomas  bertanya :[7]
            “Di manakah Allah? Apakah la tertidur sementara jiwa yang tidak terhitung menghadapi kubux yang sepi? Apakah la lihur panjang, sementara Malaikat maut gentayangan, dan kesepian mutlak berkuasa di tempat ini?”

            Sehubungan dengan bencana kelaparan di Shertallay seperti yang disebutkan di atas, Thomas berusaha mencari Allah di tengah-tengah bencana tersebut dengan mengajukan berbagai pernyataan melalui puisinya seperti berikut;[8]
            “... sia-sialah iman kepada Allah yang memelihara, sia -sialah kepercayaan kepada Bapa yang pengasih ... .Tapi untuk semuanya ini, mereka haras lenyap dan gugur, bagai bunga-bunga. di hutan, ... Dari debu mereka berasal, kepada debu pula mereka kembali. Dan Allah ti­dak peduli.”

            Jika demikian, kapan dan dimanakah manusia dibebaskan dari penderitaan? Kalau Allah ada mengapa ada penderitaan? Secara teologis dapat dipahami bahwa penderitaan masuk ke du­nia sebagai akibat dari pelanggaran manusia terhadap Firman Allah dan dunia yang sekarang menjadi lokasi penderitaan dan dunia yang akan datang adalah tempat dimana manusia yang percaya Yesus Eristus bebas dari penderitaan yang kekal (Wahyu 21:8). Hamun penulis tidak akan membahasnya di sini karena hal itu merupakan peristiwa yang bersifat eskatologis.
            Kembali kepada pertanyaan di atas, maka Allah diyakini sebagai Allah yang turut memperdulikan manusia yang menderita, karena Dia telah mengutus anak-Nya lesus Kristus untuk mati di kayu salib.
            Dalam hubungan dengan pernyataan di atas, maka dapat dipahami bahwa manusia yang tidak berdosapun dtlibatkan dalam penderitaan. Namun penderitaan yang dialami-Nya bukan karena kesalahan-Nya tetapi antuk keselamatan manusia berdosa.
            Dalam dunia kekristenan, penderitaan merupakan pengalaman yang senantiasa dialaml. Seiring dengan itu pertanyaan-pertanyaan juga muncul dalam kehidupan orang Kristen, mengapa orang Kristen menderita? Jawabanpun beraacam-macam tergantung dari konteks penderitaan itu.
            Fakta yang Alkitabiah yakni bahwa umat perdana selalu diperhadapkan dengan aniaya. Nasehat rasul Paulus “ ... Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah kita haras mengalami banyak sengsara” (Kis 14:22). Aniaya/sengsara Juga pada gilirannya akan dialami oleh orang-orang percaya pada masa kini dan sepanjang sejarah umat manusia. “Oleh karena itu orang percaya mengalami penderitaan tetap menggumuli masalah penderitaan dan berusaha menampungnya dalam rangka imannya akan penyelamatan Allah dalam Kristus Yesus.”[9]
            Berbagai macam pertanyaan muncul, apakah Allah menghendaki penderitaan terjadi dalam kehidupan orang percaya? Apakah Allah memperdulikan orang-orang Kristen Injill yang mendirita? Dan apakah orang-orang Kristen Injili menganggap bahwa penderitaan merupakan bagian dari kehidupannya? Atau haruskah bebas dari penderitaan karena telah percaya Yesus Kristus?
            Bagaimana orang Kristen Injili menghadapi dan menggumuli masalah penderitaan ini? Untuk. memahami latar belakang terjadinya penderitaan dan maknanya maka Alkitabiah yang akan memberikan jawaban yang tepat.
            Alkitab dapat memberikan jawaban yang tepat karena Alkitab lalah kebenaran yang kekal. Kekekalan ini dimungkinkan. karena Alkitab merupakan Sabda Allah dan bukan sabda manusia.

Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini (1) Menjelaskan penderitaan yang dialami oleh orang-orang Kristen Injili, dari sudut pandang iman. Kristen. (2) Menganalisa penderitaan orang-orang Kristen Injili dalam bnbusgan - dengan dosa dan pewartaan Injil. (3) Mencari Jawaban secara teologis Alkitabiah terhadap penderitaan. (4) Mengetengahkan latar belakang, makna serta sikap yang positif dari ora­ng-orang Kristen Injili ternadap penderitaan.
            Dengan kata lain tujuan yang hendak dicapai dalam tulisan ini ialah bagaimana mengetahui serta memberikan penjelasan tentang penyebab-penyebab dan makna penderitaan secara teo­logis Alkitabiab serta sikap kristiani dalam menghadapi penderitaan, sehingga orang-orang Kristen Injili dalam kepercayaanya mampu “mempergunakan atau memanfaatkan penderitaan untuk hal-hal yang positif.”[10]

Ruang Lingkup Pembahasan
            Penulisan inl tidak membahas penderitaan secara mendetail karena masalahnya begitu kompleks. Dengan kata lain pe­nulis tidak akan membahas macam-macam penderitaan menurut pe­nyebab secara terperinci, antara lain; penderitaan alasan fisik seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral sepertl kekecewaan dalam hidup, kebencian orang lain dan seterusnya. Namun di antara dua penyebab penderitaan yang disebutkan di atas akan disinggung secara sepintas karena kedua penyebab penderitaan ltu tidak dapat disingkirkan dari kehidupan manusia khususaya orang Kristen Injili.
            Dengan demlkian maka yang akan dibahas di sini ialah latar belakang penderitaan, makna penderitaan serta sikap ora­ng-orang Kristen Injili dalam menghadapi penderitaan.
            Penderitaan yang akan dibanas di sini ialah penderitaan yang ada habungannya dengan dosa dan penderitaan sebagai akibat dari hidap Kekristenan yang sejati di dalam dunia yang tidak benar. Yang penulis maksudkan dengan Kekristenan sejati ialah kehidupan dalam pimpinan Roh Kudus (Roma &:9-11.
            Penulis jluga tidak akan membahas penderitaan kaum Injili dl seluruh dunia ataupun dl Indonesia secara menyeluruh tetapi hanya menganalisa penderitaan yang dialami umat Kristen perdana. Dalam hal ini pengalaaan rasul Paulus, Petrus, Yohanes, Stefanus mewakili pengalaman rasul-rasul yang lain serta beberapa martyr Kristen seperti uskup Polikarpus dan Blandina dari Lyon, dan beberapa pengalaaan pelayanan masa kini khususnya beberapa mahasiswa/i SETIA, dalam hal ini pengalaman tiga orang mahasiswi menjadi contoh adanya keayataan penderitaan dalam pelayanan masa kini, lebih khusus lagi dalam pengembangan G. K.S.I di bumi Indonesia.
            Dalam penulisan skripsi ini disinggung juga tentang sikap manusia non Kristen dalam menghadapi penderitaan, sehingga pada bab 4 penulis mencantumkan judul bab “sikap manusia terhadap penderitaan menurut konsep Alkitab”, namun hanya merupakan perbandingan saja.

Metode Penelitian
            Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis mempergunakan metode-metode  seperti metode kualitatif. Dipergunakan metode ini karena sesuai dengan sistim penulisan skripsi yakni metode kualitatif menyajikan data dalam bentuk penelitian yang tidak mengadakan/perhitungan atau kuantitas.[11]
            Penulis juga menggunakan metode wawancara. Wawancara bersifat tak berstruktur artinya responden mendapat kebebasan dan keseapatan untuk mengeluarkan buah pikiran, pandangan dan perasaannya taapa diatur ketat oleh. peneliti.[12] Wawancara berlangsung, dengan beberapa mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA).
            Selain itu data diperoleh dari tinjauan pustaka. Kepustakaan yang dipakai terdiri atas buku-buku Ilmu Budaya Dasar, buku-buku teologia yang berhubungan dengan iudul dan isi skripsi.

Sistimatika Penulisan
            Bab 2 meagemukakan latar belakang penderitaan menurut koasep Alkitab yang sistimatika pembahasannya meliputi penderitaan ditinjau dari sudut fenomenalogis universal meliputi be­berapa topik pembahasan yang antara lain; penderitaan akibat pemberontakan maausia pertama, penderitaan akibat dari dosa orang lain, penderitaan akibat dosa pribadi, penderitaan aki­bat faktor internal dan eksternal. Sedangkan penderitaan ditinjau dari sudut pengalaman orang Kristen Injili yang mengetengahkan pembahasan tentang penderitaan berkenaan dengan nubuat Yesus Kristus, untuk menyatakan pekerjaan Allah, untuk mengikutl teladan Yesus Kristus, untuk melaksanakan amanat Agung Yesus Kristus yang di dalamnya membahas tentang penderi­taan akibat melawan dosa, pemberitaan Injil secara langsung maupun tidak langsung. Bab ini diakhiri dengan sebuah rangkuman awal.
            Bab 3 memaparkan makna penderitaan orang Kriaten Injili menurut konsep Alkitab. Materi pembahasan meliputi; sarana ujian iman, untuk kemuliaan Tuhan, untuk pertumbuhan iman dan juga membahas penderitaan sebagai sarana kasih karunla ya­ng bertujuan untuk kerendahan hati, demi kasih karunia dan demi pernyataan kemuliaan Yesus Kristus dan demi penyelamatan orang lain dari dosa. Pembahasan dalam bab ini diakhiri deng­an suatu rangkuman awal.
            Bab 4 mengetengahkan sikap manusia terhadap penderita­an menurut konsep Alkitab. Ulasan bab ini terdiri dari sikap manusia non Kristen, menghindari penderitaan, menerima pende­ritaan sebagai partner kesuksesan, menerima penderitaan seba­gai hambatan kesuksesan, menerima penderitaan sebagai taqdir. Sikap orang Kristen Injili di sini meliputi; menghadapi pende­ritaan dengan sikap doa, memahami Alkitab, rela, sabar dan tidak meremehkan. didikan Tuhan, serta menghadapi penderitaan de­ngan sikap iman dan pengharapan. Pembahasan dalam bab ini ditutup dengan suatu rangkuman awal.
            Bab 5 merupakan bab penutup yang berisi rangkuman akhir dan saran-saran, khususnya bagi orang-orang Kristin Injili da­lam menghadapi penderitaan.

Penjelasan Judul
            “Penderitaan” berasal dari kata dasar “derita” yang ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an”. Menurut KUBI “derita/menderita artinya menanggung atau merasai sesuatu yang tidak menyenangkan.”[13]
            “Orang Kristen” adalah sebutan yang pertama kali diberikan kepada murid-murid yang percaya Yesus Kristus Antiokhia (Kis 11:26). Dalam, perkembangan sedlanjutnya istilah Kristen dikenakan kepada orang-Orang yang percaya Yesus Kristus. Sedangkan istilah. “Injil” artinya yang sesuai dengan isi Injil.
            Kata “analisa” penyelidikan suatu peristiwa atau karangan, perbuatan dan sebagainya, untuk mengetahui apa sebab-sebab agar bagaimana duduk perkaranya.”[14]
            “Teologis Alkitabiah” artinya pemahaman yang sesuai dengan isi Alkitab, karena kata teologis berasal dari kata “teologi” yang berarti ajaran atau doktrin (khususnya agama yang ada kaitannya dengan Allah).[15]
            Jadi yang terkandung dalam judul bagi penjelasan penulisan skripsi ini ialah upaya untuk mengetahui kebenaran peristi­wa penderitaan yang dialami oleh Orang-Orang Kristen Injili tolok ukur pengertian yang sesuai dengan kebenaran Alkitab.




                  [1]Djoko Widagdho dkk, Ilmu Budaya Dasar, hlm
                   [2]Ibid, hlm. 85
             [3]M. Munandar Soelaeman, IBD Suatu Pengantar, hlm. 66
             [4] J. Dwight Pentecost, Pertolongan Tuhan … hlm. 24
             [5] M. Munandar Soelaeman, IBD Suatu Pengantar, hlm. 660
             [6] A. A. Yewangoe, Theologia Crucis Di Asia, hlm. 102
             [7] Ibid, hlm. 103
             [8] A. A. Yewangoe, Theologia Crucis Di Asia, hlm. 103
             [9]C. Groenen, Soteriologi Alkitabiah, hlm. 223
             [10]J.L. Ch. Abineno, Penyakit Dan Penyembuhan, hlm. 46
             [11]Lexy J. Melong, Metodologi Kualitatif, hlm. 2.
             [12]S. Nasution, Metode Kualitatif Naturalistik, hlm. 72
             [13]W.J.S. Poerwadarminta, KUBI, hlm. 245
             [14]Ibid, hlm. 39,40
             [15] Henk ten Napel, Kamus Teologia Inggris – Indonesia, hlm. 160